Gerakan kimia hijau atau green chemistry kini sedang giat diserukan. Gerakan ini bertujuan untuk mencari proses industri yang tidak membahayakan lingkungan. Kimia hijau ialah metode yang diterapkan untuk mewujudkan proses kimia yang aman untuk makhluk hidup dan lingkungan. Definisi kimia hijau (green chemistry) ialah kegiatan atau serangkaian proses mendesain produk untuk meminimalisir penggunaan dan pembentukan zat yang berbahaya (Anastas dan Nicolas, 2010).
Kimia hijau populer sejak tahun 1990-an. Istilah ini digunakan untuk mendukung terobosan antara pemerintah, industri dan ilmuwan. Dari terobosan ini terdapat harapan akan terbentuknya lingkungan yang bebas dari pencemaran. Terobosan-terobosan ini muncul dan berkembang pertama kali di Amerika Serikat, Inggris Raya, dan Italia. Dan pada akhirnya mendunia serta memberikan pengaruhnya pada industri-industri di seluruh dunia (Anastas dan Nicolas, 2010).
Konsep dasar dari kimia hijau adalah konsep mendesain. Desain yang dimaksud meliputi kebaruan, perencanaan serta konsepsi sistematis (Anastas dan Nicolas, 2010). Desain berupa serangkaian proses produksi pada bidang industri agar dalam prosesnya tidak melibatkan dan menghasilkan zat kimia berbahaya yang nantinya akan dilepaskan ke lingkungan sebagai limbah. Pada tahun 1998, Paul Anastas serta John C. Warner menuliskan buku berjudul Green Chemistry: Theory and Practice. Pada buku ini, Anastas dan Warner menuliskan 12 prinsip mengenai kimia hijau. 12 prinsip ini bersifat sebagai aturan atau tata cara untuk membantu ahli kimia mencapai tujuan berupa lingkungan hidup yang bersih, sehat dan terbebas dari bahan kimia berbahaya, di antaranya sebagai berikut:
-
Mencegah Limbah
Prinsip ini menekankan pada aspek perencanaan yang matang dan terukur untuk melakukan pencegahan terhadap limbah B3 pada saat produksi, di mana mencegah pencemaran limbah itu akan lebih baik dibandingkan dengan menanganinya.
-
Memaksimalkan Nilai Ekonomi Suatu Atom
Prinsip ini bertujuan untuk mengurangi limbah hingga level molekul (level terkecil dari atom) dengan memaksimalkan jumlah atom dari semua pereaksi dalam proses produksinya, sehingga dapat mendorong efisiensi penggunaan atom dalam menggabungkan bahan-bahan kimia dalam proses sintesisnya.
-
Sintesis Kimia yang Bahayanya Sedikit
Prinsip ini berorientasi pada pembuatan maupun penggunaan bahan kimia dengan tingkat bahaya yang sedikit, baik dari awal produksi hingga pemanfaatannya dan diharapkan tidak memberikan dampak yang berbahaya bagi makhluk hidup maupun lingkungan.
-
Mendesain Proses yang Melibatkan Bahan Kimia Aman
Prinsip ini menekankan pada proses pembuatan suatu produk dengan menggunakan bahan kimia yang aman. Jika memang suatu produk memiliki sifat beracun atau berbahaya, penggunaan dapat dikurangi namun tetap efisien.
-
Menggunakan Pelarut dan Kondisi Reaksi yang Lebih Aman
Suatu produk tentu memiliki bahan dasar maupun bahan pendukung. Pada prinsip ini tentunya menekankan pada pembuatan suatu produk dengan menggunakan pelarut yang sesuai namun tetap aman dan tidak berbahaya. Hal ini dilakukan agar pada proses pembuatan suatu produk tidak menghasilkan banyak limbah yang berbahaya bagi lingkungan.
-
Mendesain Efisiensi Energi
Dalam hal ini perlu adanya metode yang menghasilkan reaksi kimia dengan energi yang kecil, di mana dalam suatu produksi yang terus berkembang diharapkan mampu menghasilkan atau mengeluarkan energi yang lebih efisien.
-
Menggunakan Bahan Baku Terbarukan
Prinsip ini menekankan pada aspek penggunaan bahan baku produk yang dapat diperbaharui sehingga dapat mengurangi risiko kerusakan lingkungan dan meminimalisir penggunaan bahan baku yang langka.
-
Mengurangi Bahan Turunan Kimia
Prinsip ini bertujuan untuk mengurangi jumlah ataupun dampak limbah hasil produksi bahan kimia yang berlebih dan berbahaya, di mana hal ini dapat berkaitan dengan faktor bahan dasar, bahan kimia pendukung dan efisiensi penggunaan energi.
-
Menggunakan Katalis Untuk Efektivitas
Penggunaan katalis memang dianjurkan dalam produksi bahan kimia, dimana katalis sendiri merupakan zat yang dapat memepercepat laju reaksi. Sehingga katalis dapat digunakan untuk meminimalkan energi dan memaksimalkan efisiensi.
-
Mendesain Bahan Kimia dan Produk yang Terdegradasi Setelah Dipakai
Prinsip ini berdasarkan pada aspek penguraian limbah bahan kimia secara alami dan mudah dengan harapan bahwa pada produk berbahan kimia dapat mudah terdegradasi menjadi limbah yang tidak berbahaya bagi lingkungan.
-
Menganalisis Secara Langsung Untuk Mencegah Polusi
Prinsip ini memiliki tujuan untuk merancang sistem produksi bahan kimia yang minim polusi ataupun tanpa polusi udara dan limbah. Selain itu prinsip ini juga menegaskan pentingnya melakukan analisis mengenai dampak lingkungan yang dapat dilakukan secara langsung dan komprehensif.
-
Mencegah Potensi Kecelakaan
Dalam proses produksi bahan kimia tentunya keamanan dan keselamatan menjadi aspek terpenting yang harus dilakukan. Sehingga prinsip ini menekankan pada penggunaan bahan kimia yang aman dan memiliki risiko kecelakaan yang kecil saat proses produksinya.
Referensi:
-
Anastas, P. dan Nicolas. E. 2010. Green Chemistry: Principles and Practice. Chemical
Society Reviews. 39: 301-312.
-
Iskandar, M. I. 2022. 12 Prinsip Kimia Hijau Beserta Penjelasan dan Tujuan
Penerapannya. URL:https://tirto.id. Diakses pada tanggal 21 Februari 2024.
-
Putri, V. K. M. 2022. Definisi Kimia Hijau dan 12 Prinsipnya. URL:
https://www.kompas.com. Diakses pada tanggal 21 Februari 2024
-
Ulfah Fausiah
Jurusan Kimia Universitas Mulawarman, Mahasiswi KKN PT Laboratorindo Alam Bestari

